a

Inilah 5 Alasan Mengapa Fitur Gesekan Tunai Berbahaya

aleshahomedecor.us – Cash Friction/Gesekan tunai atau gestun dapat dikatakan sebagai kegiatan penarikan uang dengan kartu kredit di suatu lokasi atau merchant yang memiliki mesin atau layanan kartu kredit. Oleh karena itu, pelanggan akan tampak melakukan transaksi belanja di merchant tersebut. Padahal yang didapat bukanlah barang melainkan uang.

Cash Friction merupakan salah satu solusi bagi masyarakat yang memiliki kartu kredit untuk mendapatkan uang tunai tanpa harus menariknya melalui ATM. Oleh karena itu, uang tunai ini akan memungkinkan pelanggan untuk melakukan penarikan tunai melalui kartu kredit.

Sayangnya, tidak banyak orang yang mengetahui bahwa melakukan penarikan dengan kartu kredit bukanlah solusi melainkan hanya menimbulkan masalah baru. Pasalnya, setiap penarikan kartu kredit berarti bertambahnya jumlah utang yang harus dilunasi nantinya.

Mengapa Gestun menjadi Pilihan?

Ternyata melakukan tarik tunai atau gestur melalui kartu kredit adalah cara yang paling disukai pelanggan. Beberapa alasannya adalah:

  • Pengurangan Biaya Penarikan

Saat melakukan tarik tunai melalui ATM, nasabah akan dikenakan biaya sebesar 4 persen. Sementara menggunakan kartu kredit, tarik tunai hanya akan dikenakan biaya 2 hingga 3 persen.

  • Tanpa batas

Tarik tunai di ATM memiliki batasan yang mengharuskan nasabah melakukan penarikan lebih dari satu kali. Namun, penarikan tunai tidak memiliki batasan sehingga pelanggan dapat melakukan penarikan apa pun, bahkan dengan batas kartu kredit mereka.

BACA JUGA >  4 Perusahaan Fintech Yang Berkembang di Indonesia

Baca Juga : Pinjaman Tunai Langsung Cair dengan syarat Jaminan SK Karyawan Tetap, Tertarik?

  • Biaya Bunga yang Lebih Rendah

Selain itu, biaya bunga yang dibebankan pada gesekan moneter juga relatif lebih ringan. Berbeda dengan ATM yang membebankan bunga cukup tinggi karena mirip dengan bisnis retail.

  • Pengurangan Langsung dari Tagihan

Gestun akan mengurangi biaya penagihan secara instan ketika pelanggan menarik uang tunai dengan kartu kredit. Misalnya, ketika Anda menarik Rp 2 juta, jumlah yang akan Anda dapatkan adalah Rp 1.940.000 karena 3 persen dari biaya penarikan tunai telah dipotong.

Baca Juga : Mengenal Jenis-jenis Financial Technology (Teknologi Keuangan), tertarik?

Mengapa Gestun dilarang?

Namun, Bank Indonesia melarang sepenuhnya gesek dengan kartu kredit meskipun banyak memberikan nilai tambah dan kemudahan bagi nasabah. Sebab, Bank Indonesia menduga akan banyak kerugian dari nasabah itu sendiri, bank sebagai penyedia kartu kredit, dan negara.

  • Memiliki Resiko untuk Kredit Macet

Ketika pelanggan dapat menarik uang tunai sampai batas tertentu, kemungkinan kredit macet akan sangat tinggi karena mereka takut pelanggan tidak akan mampu membayar tagihan.

Hal ini dikarenakan jumlah tagihan bertambah sedangkan penghasilan Anda tidak bertambah atau tetap sama. Jangan lupa bahwa ada bunga tagihan 2 persen yang dibebankan kepada pelanggan.

  • Risiko Tinggi Pencucian Uang (Money Laundering)

Pemblokiran fitur tarik tunai diterapkan baik bagi nasabah maupun penyedia layanan untuk mencegah risiko pencucian uang atau money laundering oleh berbagai pihak yang tidak bertanggung jawab.

Tidak hanya itu, keuntungan tarik tunai dengan kartu kredit di merchant tertentu juga besar risiko penyalahgunaan dan pencurian data. Belum lagi maraknya pencurian kartu kredit dan rekening yang kerap terjadi pada nasabah yang melakukan penarikan dana melalui merchant.

BACA JUGA >  4 Perusahaan Fintech Yang Berkembang di Indonesia

Baca Juga : Investasi Emas Digital Gojek bisa dimulai dari Rp 8000, Penasaran?

  • Penyalahgunaan Kartu Kredit

Coba ingat-ingat lagi, apa tujuan awal Anda mengajukan kepemilikan kartu kredit? Padahal, kartu kredit adalah alat yang membantu dalam mempermudah transaksi pembayaran yang Anda lakukan. Namun, fitur Gestun justru mengubah fungsi utama kartu kredit sebagai alat yang justru menambah hutang Anda.

  • Jumlah Tagihan Membengkak

Semakin banyak uang tunai yang Anda tarik dengan kartu kredit, semakin banyak tagihan yang harus Anda bayar di akhir bulan. Ditambah lagi dengan bunga tagihan yang berbeda dengan bunga yang dikenakan pada saat penarikan.

  • Memicu Ketagihan untuk Melakukan Penarikan Kembali

Semua kemudahan yang ditawarkan saat melakukan tarik tunai dengan kartu kredit dibandingkan dengan ATM memang sudah sangat menggiurkan. Inilah yang membuat gesek tunai begitu populer. Hati-hati, tanpa disadari justru akan berujung pada kecanduan terus menerus menarik uang tunai.

Jangan tergoda untuk melakukan tarik tunai melalui kartu kredit atau gestur, meskipun fasilitasnya banyak. Bijaksanalah menggunakan kartu kredit tetap sebagai metode pembayaran.

Cek Berita lainnya di aleshahomedecor.us