14

PPKM Diperpanjang Lagi, Masih Butuhkah Asuransi Mobil?

AleshaHomeDecor.us – Pemerintah telah memperpanjang pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 dari 3 hingga 9 Agustus 2021, untuk menekan penyebaran Covid-19. Saat PPKM diperpanjang, apakah masih perlu membeli asuransi mobil?
PPKM memaksa masyarakat untuk membatasi pergerakan. Kebijakan ini membuat sebagian orang memilih berdiam diri di rumah, sehingga mobil sering berada di garasi.

Meski kendaraan pribadi jarang digunakan untuk bepergian, dan tetap terparkir di garasi dalam waktu lama, bukan berarti pemilik kendaraan tidak membutuhkan asuransi mobil. Karena mobil Anda, meskipun belum pernah digunakan, tetap berisiko hilang, dicuri, atau rusak jika terjadi kecelakaan.

Asuransi mobil merupakan salah satu bentuk perawatan yang bisa dilakukan ketika Anda memiliki mobil. Asuransi mobil dapat membantu Anda meminta pertanggungjawaban pihak ketiga. Perencana keuangan dan pendidik keuangan Lifepal, Aulia Akbar CFP®, AEPP® memberikan saran mengapa pemilik kendaraan perlu membeli asuransi mobil.

Anda perlu karena resiko tersesat tetap ada

Setiap pemilik mobil harus menghadapi risiko kehilangan atau kerusakan mobil Anda, bahkan jika mobil Anda hanya di garasi.

Dengan adanya asuransi mobil tentunya dapat memberikan rasa tenang bagi pemiliknya saat meninggalkan mobil di garasi. Karena jika hilang, Anda bisa menarik uang jaminan. Kehilangan mobil, tentu saja, sama dengan kehilangan banyak tabungan.

Berita Lainnya : Ini dia Bareksa, Marketplace Investasi Digital Pertama di Indonesia

Gunakan TLO hanya jika anggaran Anda terbatas

Jika kendaraan Anda jarang digunakan, Anda dapat membeli asuransi jenis komprehensif loss only (TLO) pada kendaraan tersebut, yang memiliki premi lebih rendah daripada asuransi all-risk. Namun, Anda dapat mengajukan klaim jika kendaraan Anda dicuri atau rusak parah.

Walaupun Anda menggunakan Loss (Lost) Supplement, risiko yang ditanggung bukan hanya kerugian kendaraan karena tindak pidana tetapi juga kerusakannya. Hanya saja, kerusakan yang ditanggung asuransi TLO ini minimal 75 persen. Kerusakan 75 persen itu sengaja dijadikan kriteria karena bisa dipastikan kendaraan dalam kondisi buruk sehingga tidak bisa digunakan lagi. Kendaraan tidak dapat lagi digunakan sebagai alat transportasi meskipun kendaraan tersebut sudah ada.

Baca Juga : Investasi Emas Digital Gojek bisa dimulai dari Rp 8000, Penasaran?

Pada dasarnya, cara kerja asuransi kendaraan jenis TLO adalah dengan mengasuransikan kerugian pada saat kendaraan mengalami kecelakaan dengan kerusakan lebih dari 75 persen, terbakar, atau hilang karena pencurian atau penyitaan secara paksa.

Artinya, jika kendaraan yang diasuransikan dengan perlindungan TLO mengalami kerusakan ringan seperti lecet pada bodi, kaca spion pecah, atau kerusakan ringan lainnya, pemilik tidak dapat mengklaim asuransi. Karena itu, penting bagi pemilik mobil dengan asuransi TLO untuk menyediakan dana darurat khusus untuk kendaraannya.

Alokasikan uang untuk merawat mobil Anda

Mobil masih perlu perawatan. Misalnya, harus dipanaskan agar baterai tidak basah, dan Anda harus terus mengganti oli sesuai jadwal. Oleh karena itu, Anda tetap harus menyisihkan uang untuk perawatan mobil Anda.

Untuk mempermudah pengalokasian dana, pisahkan apa saja yang termasuk biaya operasional bulanan dan tahunan Anda. Misalnya untuk pengeluaran bulanan adalah biaya bahan bakar, parkir dan biaya transit. Anda dapat mengalokasikan biaya ini dari penghasilan bulanan Anda. Sementara itu, biaya tahunan termasuk pajak kendaraan besar dan layanan asuransi dengan nilai nominal Rp 8 juta.

Itulah sedikit tips pentingnya mendapatkan asuransi mobil meskipun mobil Anda jarang digunakan dalam kondisi PPKM seperti sekarang ini. Semoga Bermanfaat. Terima Kasih Sudah membacanya…

Info Menarik Lainnya Cek aja di Aleshahomedecor.us